Punya tumbler, zaman sekarang mungkin sudah menjadi gaya hidup. Banyak model, banyak merk juga cara menggunakan dan manfaat nya. Harganya pun beragam, mulai dari puluhaan ribu hingga jutaan rupiah. Semua itu bisa disuaikan dengan keinginan dan budget yang kita punya. Bentuk dan warnanya pun beragam, sangat menarik, sehingga satu orang bisa memiliki lebih dari satu tumbler, bahkan ada juga yang mengoleksinya.
Sebenarnya memiliki tumbler bukan hanya soal gaya hidup dan kesenangan. Tapi memiki dampak terhadap lingkungan dan kesehatan. Tanpa disadari dengan membawa air minum dalam tumbler setiap hari, kita sudah mengurangi banyak sampah botol plastik sekali pakai. Bayangkan jika rata-rata kita minum dua atau tiga botol sehari, sela bekerja atau sekolah dan juga dalam perjalanan, berapa sampah botol plastik yang bisa kita kurangi dalam sebulan. Tentu akan sangat mengurangi jumlah sampah yang pada akhirnya akan di timbun di TPA atau berakhir di laut. Jelas polusi sampah plastik, akan berkurang
Selain itu, selain itu, ada sebagian botol plastik sekali pakai mengandung Bisphenol A (BPA) yaitu bahan kimia sntetik yang digunakan dalam pembuatan plastik polikarbonat dan resin epoksi yang beresiko pindah atau larut kedalam makanan/minuman yang bisa mengganggu hormon dan kesehatan, seperti gangguan hormon, masalah reproduksi, obesitas hingga resiko kanker terutama jika wadah dipanaskan atau tergores.
Berbeda dengan tumbler yang terbuat dari stainless. Bahan ini tahan lama, awet, tidak mudah pecah, mudah di bersihkan, tahan karat dan menjaga suhu minuman baik panas atau dingin dalam waktu lama berkat sifat isolasinya, menjadikannya pilihan sehat dan ramah lingkungan karena bisa dipakai berulang kali serta bebas BPA.
















.jpg)
























