Perbedaan utama antara cetak laser dan UV terletek pada metode, hasil, fleksibilitas material, dan daya tahan. cetak laser mengukir permukaan untuk daya tahan ekstrim dengan warna terbatas ( biasanya monokrom ) sementara print UV mencetak langsung dengan tinta khusus mengering dipermukaan untuk hasil full color dan detail tinggi. Namun daya tahannya lebih rendah dari ukir permanen.
Cetak Laser (grafir)
- Metode : menggunakan sinar laser untuk mengikis atau mengukir permukaan material ( logam, akrilik, kayu ) menciptakan ukiran permanen.
- Hasil & warna : Hasilnya adalah ukiran satu warna( monokrom, biasanya silver atau putih ) yang terlihat elegan, detail tajam.
- Daya Tahan : sangat awet, tahan luntur dan tahan aus karena desainnya terukir permanen didalam material.
- Kelebihan : daya tahan luar biasa, hasil presisi tinggi, cocok untuk branding permanen.
- Kekurangan : pilihan warna terbatas ( monokrom ),
- Metode : printer menyemprotkan tinta khusus ke permukaan material, lalu langsung dikeringkan ( curing ) dengan sinar uv sehingga tinta menempel dan mengeras seketika.
- Hasil & warna : mampu menghasilkan warna penuh ( full color ), detail sangat tajam ( resolusi tinggi ), bahkan efek 3D ( embrossing ).
- Daya Tahan : tahan lama, tetapi umumnya kurang tahan dibandingkan grafir laser karena tinta hanya menempel di permukaan, ada resiko pudar dan tergores.
- Fleksibilitas material : sangat serbaguna, bisa mencetak di hampir semua jenis permukaan datar atau sedikit melengkung ( kaca, akrilik, logam, plastik dll )
- Kelebihan : full color, detail tinggi, sangat fleksibel di berbagai media, cocok untuk desain kompleks dan visual kaya warna.


















.jpg)
























