Aku bukanlah orang seni atau pengamat film. Aku cuma penonton. Tapi dari banyak film atau sinetron Indonesia yang aku tonton, membuatku merasa jengkel sama jalan ceritanya, juga kebanyakan sudah bisa di tebak. Meski tidak semua sinetron dan film kita jelek, tapi sebagian besar menurutku jelak. Jalan ceritanya tak jauh dari perebutan harta kekayaan, cinta segi tiga, atau segi empat bahkan lebih, si kaya yang jatuh cinta pada si miskin, dan si jahat melawan si baik, atau cerita-cerita horor yang gak horor malah kelihatan terlalu banyak pornografi.
Yang aku paling tidak suka dari sinetron kita, jika bercerita tentang si jahat yang sangat berkuasa dan punya sejuta cara-cara jahat melawan si baik yang selalu pasrah, tak punya bayak cara, bisanya hanya nangis, tidak berdaya yang hidupnya sudah miskin, sengsara, tak berdaya aduh apes banget sih kayanya tuh orang. Sakit kepala rasanya nonton sinetron seperti itu.
Bedanya dengan film barat yang aku lihat walau pun temanya sama-sama si jahat lawan si baik, tapi si baik si sini bukan orang yang cengeng dan pasrah, tapi orang pemberani yang selalu bekerja keras mencari jalan keluar untuk melawan si jahat. Jadi mereka sama-sama banyak cara.Meskipun pada akhirnya si baik harus kalah di tangan si jahat, tapi dia sudah mengupayakan semua yang terbaik, tidak pasrah dan terima melulu. Itu yang membuat film barat lebih seru menurutku.Ini juga bisa membangun mental penonton bahwa hidup harus diperjuangkan hingga tetes darah penghabisan. Jangan menyerah di tengah jalan, bahkan mungkin sebelum bertanding. Setelah kita perjuangkan dengan maksimal, tapi hasilnya masih belum baik barulah kita pasrah.
Akting pemain kita gak kalah sama aktor barat walau tidak semua. Teknik film masih kalah jauh la yah.Itulah yang aku rasa kurang dari film kita. Jalan cerita adalah hal yang paling menarik menurutku. Aktor dan teknik itu mendukung cerita. Walaupun pada kenyataanya semuanya merupakan satu kesatuan. Buatlah ide cerita yang benar-benar bagus, kreatif dan menarik, tanpa dipengaruhi oleh kejar tayang dan rating agar perfilman dan sinetron di Indonesia makin terus berkembang.Dan bangun juga mental penonton ke arah yang positif. Jangan malah membangun mental pemimpi, penghayal, loyo dan selalu menyerah. Teruslah perbaiki kwalitas, serta visi dan misinya, demi masa depan generasi muda kita. Maju terus dunia film Indonesia
Komentar
Posting Komentar