Cukup, setiap orang pasti punya pandangan yang berbeda tentang cukup.Dan cukup itu sendiri sangat relatif karena tak ada standar yang pasti tentang cukup. Jika terus dikejar mungkin uang, harta kekayaan tak kan ada cukupnya. Seseorang akan selalu merasa kurang dan kurang, padahal uang dan hartanya terus bertambah. Karena semakin banya penghasilan seseorang maka gaya hidupnya semakin tinggi dan itu berdampak pada biaya hidup yang semakin tinggi pula. Jika itu terus yang kita kejar, maka selamanya kita tidak akan merasa cukup.
Merasa cukup itu mengikuti pola berfikir kita. Jika kita mempunyai penghasilan sekian. Dan dengan uang tersebut kita bisa memenuhi kebutuhan pokok, bisa menyekolahkan anak, bisa sedikit berbagi dan bisa menabung kita telah merasa cukup, maka kita merasa bahwa penghasilan kita telah cukup. Tapi jika dengan penghasilan kita yang sekian kita ingin itu, ingin ini, belum itu belum ini, tentu tak akan ada habisnya. Ya itulah hasrat hidup manusia yang tak pernah merasa puas, sangat manusiawi.
Jika kita melihat kebawah, tentu banyak orang yang kurang beruntung di banding kita. Banyak orang di luar sana yang untuk sekedar makan saja harus bersusah payah mencarinya. Apakah hati kita tergerak melihat itu semua? Mengendarai mobil mewah, menggunakan pakaian mahal melewati rumah-rumah yang sangat sederhana, apakah ada sedikit getaran di hati kita? Sebenarnya orang-orang miskin merasa sangat bersyukur akan rezeki yang telah Tuhan berikan kepada mereka. Mereka menerima dengan ikhlas berapapun rezeki mereka hari ini. Mereka merasa cukup dan mereka masih bersyukur akan segala nikmat yang ada.
Tapi kita yang mempunyai harta yang cukup dalam arti yang sebenarnya. Walaupun di diri mereka mungkin masih merasa kurang. Maka yang seperti inlah yang takkan tenang menerima hidupnya di dunia. Bahkan untuk terus memenuhi hasrat mereka yang selalu merasa kurang, mereka rela menempuh cara-cara yang tidak halal. Sadarlah hai manusia, bahwa harta yang kita miliki sesungguhnya adalah harta yang kita amalkan di jalan Tuhan, harta tersebut lah yang akan kita bawa mati. Jika kita punya nurani maka kita takkan bisa terus memperkaya diri sementara orang-orang yang berada di sekitar kita berada dalam kesusahan. Syukurilah akan kekayaan yang kita miliki, merasa cukup, dan berbagi pada sesama akan membuat kita lebih beryukur dan lebih menghargai hidup. Semoga kita semua termasuk ke dalam golongan hamba-hamba yang bersyukur, amin ...
Komentar
Posting Komentar